Kabarkingmipapua.com – Timika, STT Walter Post, Dewan Gereja Papua, Dan Departemen Keadilan Dan Perdamaian Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) Di Tanah Papua Gelar Seminar Dan Diskusi Lepas Tentang Papua Tanah Damai : Harapan Dan Kenyataan.
Seminar dan diskusi lepas ini diselenggaran di Gereja Kemah Injil (KINGMI) Jemaat Harapan Gloria Timika Indah, pada hari Kamis, 27 November 2025, kkegiatan ini diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt Deky Pigome, S.Th, selanjutnya di lanjutkan dengan Seminar dan Diskusi Lepas.
Dalam seminar ini Ketua Departemen Keadilan dan Perdamaian Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, Pdt Deserius Adii, M.Th, menegaskan bahwa “Kita lihat slogan dan spanduk yang dipasang kelompok-kelompok tertentu yang kita baca yaitu Papua Tanah Damai tetapi hidup masyarakat Papua tidak seperti slogan ini.
“Slogam dan spanduk dijalan, dikantor hanya untuk hiasan hiburan, sementara masyarakat Papua tidak merasakan Papua yang aman, damai dan sejahtera yang ada adalah korban jiwa orang Papua.” Kritiknya.
Hari ini ada banyak pengungsi, yang sudah lama meninggalkan kampung mereka, gereja mereka, kebun meraka dan sedang meralat di rumah dan di kampung suku lain, mereka bagaikan para pendatang yang datang cari tempat di tempat orang lain. Uraiannya.
Sementara itu Ibu Henny dari Dosen STT Walter Post Jayapura selaku Kepala Pusat Literasi dan Study HAM STT Walter Post Jayapura menjelaskan bahwa kami Pusat Study HAM STT Walter Post juga bekerjasama dengan lembaga Gereja, Lembaga Masyarakat, Adat, Agama, Pemuda, Perempuan untuk membangun diskusi berbagai persoalan yang ada disekitar kita.
“Tujuannya adalah Hak Asasi Manusia dijunjung tinggi yaitu hak hidup, hak berekonomi, hak berpendidikan” Jelasnya.
Sedangkan dalam seminarnya Dewan Gereja Papua (DGP) Pdt Dr Bennya Giyai juga menjelaskan bahwa urus anak-anak itu baik, urus pendidikan mereka, selamatkan gererasi. Tegasnya.
“ Ini sudah ada 7 Propinsi di Papua, kamu pikir kamu sendiri yang hidup selamanyakah? Manusia banyak akan datang, Pos-Pos Militer akan dibuka di semua kampung, orang akan ambil alih tanah adat, kamu bangun, jangan tidur, “Kou Kagete” “Dimi Akauwa” urus baik-baik anak.” Ucapnya dengan nada bijak bercampur sedih.
Dalam diskusi lepas Deky Tenouye, SE Ketua Ikatan 5 Suku Kabupaten Mimika mengajak untuk mendorong Musyawarah Besar (MUBES) Dewan Adat Papua (DAP) agar kita menjaga dan memelihara manusia dan ciptaan Tuhan.
“Kita dorong Musyawarah Besar dari masing-masing suku untuk menetapkan tanah yang diwariskan oleh Tuhan kepada kita masing-masing suku di tanah Papua.” Ajaknya.
Sementara itu Bapak Pdt Yanes Natkime, S.Th selaku Tokoh Amungme juga menjelaskan bahwa “Tanah Adat saya sudah diambil alih orang lain.” Sesalnya.
Kegiatan Seminar dan Diskusi Lepas di akhiri dengan doa penguatan dan pemberkatan oleh Pdt Dr Benny Giyai.















